Terminologi
hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi
mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial
Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut
merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka
berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif
untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan
mampu membuat program komputer yang lebih baik ketimbang yang telah dirancang
bersama.
Selasa, 05 Mei 2015
Hacker Pertama di Dunia
Kemudian pada tahun 1983, istilah hacker
berubah menjadi negatif. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya
FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di
Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian
disebut hacker
tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer
milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium
Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena
testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.
Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul
kelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini
(terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan
mengakali telepon (phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini ‘cracker’
dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai
orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati
tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah
menjadi hacker.
Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun
sekali yaitu diadakan setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang
pertemuan hacker terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con
tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan
dengan aktivitas hacking.
Hacker memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat
akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa hackerlah
yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu
situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus dsb. Padahal, mereka adalah
cracker. Crackerlah
menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat
lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya
para hacker
dipahami dibagi menjadi 2 golongan White Hat Hackers, yakni hacker yang
sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers.
Pada 1983 keluar pula sebuah film berjudul War Games yang
salah satu perannya dimainkan oleh Matthew Broderick sebagai David Lightman.
Film tersebut menceritakan seorang remaja penggemar komputer yang secara tidak
sengaja terkoneksi dengan super komputer rahasia yang mengkontrol persenjataan
nuklir AS.
Kemudian pada tahun 1995 keluarlah film
berjudul Hackers, yang menceritakan pertarungan antara anak muda jago komputer
bawah tanah dengan sebuah perusahaan high-tech dalam menerobos sebuah sistem komputer.
Dalam film tersebut digambarkan bagaimana akhirnya anak-anak muda tersebut
mampu menembus dan melumpuhkan keamanan sistem komputer perusahaan tersebut.
Salah satu pemainnya adalah Angelina Jolie berperan sebagai Kate Libby alias
Acid Burn.
Pada tahun yang sama keluar pula film berjudul
The Net yang dimainkan oleh Sandra Bullock sebagai Angela Bennet. Film tersebut
mengisahkan bagaimana perjuangan seorang pakar komputer wanita yang identitas
dan informasi jati dirinya di dunia nyata telah diubah oleh seseorang. Dengan
keluarnya dua film tersebut, maka eksistensi terminologi hacker
semakin jauh dari yang pertama kali muncul di tahun 1960-an di MIT.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar